Perkembangan Motorik Halus dan Kasar pada Bayi

Perkembangan Motorik Halus dan Kasar pada Bayi
Perkembangan Motorik Kasar akan menjadi dasar dari Perkembangan Motorik Halus
Motorik kasar merupakan gerakan yang dihasilkan otot-otot besar seperti otot tungkai dan lengan. Misalnya gerakan menendang, menjejak, meraih dan melempar. Sedangkan motorik halus merupakan koordinasi antara jari-jemari, telapak tangan dan kaki, serta mata.
Secara garis besar, perkembangan motorik kasar meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut:
Dalam range waktu antara beberapa hari sejak lahir hingga usia 2,5 bulan, anak sudah bisa mengangkat kepalanya sekitar 45 derajat. Selanjutnya, sekitar 1 bulan 10 hari – 3,5 bulan, sudah bisa mengangkat kepala sejauh 90derajat.
Di usia 1 bulan 2 minggu – 4 bulan 3 minggu, dalam posisi tengkurap akan terlihat badannya bertumpu pada kakinya.
Di usia sekitar 3 bulan 2 minggu dapat telentang kala ditengkurapkan.
Diusia sekitar 4 – 4 bulan 2 minggu dapat tengkurap dari posisi awal telentang.
Diusia sekitar 5 bulan 2 minggu dapat duduk dengan ditopang punggungnya.
Bisa duduk sendiri pada usia sekitar 6 – 8 bulan.
Di usia 7,5 – 10 bulan dapat bangkit untuk berdiri dari posisi duduk dengan tangan memegang pegangan
Bisa berdiri dengan berpegangan dan berjalan merambat pada usia 9 – 10 bulan.
Bisa berjalan tanpa berpegangan pada usia sekitar 12 – 18 bulan.
Perkembangan Gerakan Motorik halus
Bayi belum bisa menggunakan tangannya untuk melakukan gerakan motorik halus. Hal ini dikarenakan perkembangan motorik halusnya belum berkembang secara sempurna. Untuk melatihnya, berikan permainan sesuai dengan umur bayi Anda.
Misal jika bayi Anda masih berusia 0-2 tahun, berikan softbook atau cloth book atau buku kain untuk merangsang tangannya memegang, mengambil, membolak-balik halaman sekaligus melatih matanya untuk fokus. Atau bisa juga dengan boneka yang mengandung unsur belajar.
Jika anak sudah selesai dengan masa oralnya (masa dimana anak sudah mulai TIDAK memasukkan apapun kedalam mulutnya, yaitu sekitar usia 2tahun), bisa mulai diperkenalkan dengan penyusunan balok sebagai mainannya.
Perkembangan motorik halus pada anak akan mulai berkembang sejalan dengan usia mereka dan stimulasi yang diberikan orang tua kepada anaknya. Anak pada usia 4 tahun, motorik halusnya sudah berkembang hampir sempurna. Walau demikian, terkadang, mereka masih bisa melakukan kesalahan jika menggunakan motorik halusnya, dan masih memgalami kesulitan melakukan sesuatu, dalam kapasitasnya sedang menggunakan motorik halus.
Pada usia 5-6 tahun, motorik anak akan lebih berkembang pesat, atau bahkan banyak Anak yang sudah sempurna motorik halusnya, karena bisa dilihat dalam kegiatan menggambar ataupun menulis. Dimana anak telah mampu mengkoordinasikan gerakan visual motorik, seperti menkoordinasikan gerakan mata dengan tangan, lengan dan tubuh secara bersamaan.
Motorik Halus merupakan koordinasi antara jari jemari, telapak tangan dan kaki serta mata.
Umumnya orang tua lebih memperhatikan perkembangan motorik kasar ketimbang motorik halus. Padahal, sama pentingnya. Bahkan lebih bermakna karena mengarah pada intelegensia anak. Dari sinilah nantinya akan terlihat kemampuan anak menulis.
Anak selagi di Playgroup atau TK belum bisa memegang pensil dengan benar, ternyata di usia sekolah kemampuan menulisnya kurang baik.
Berikut tahapan perkembangan motorik halus:
Menggenggam (1 bulan 3 minggu – 3 bulan 1 minggu)
Kedua tangan mulai salingmenyentuh atau malah menyatu (1,5 bulan – 3 bulan)
Meraih benda (3bualn 3 minggu – 5 bulan)
Mengambil benda kecil (misal: kismis) dengan menggunakan kelima jarinya (4 bulan 3 minggu – 6 bulan) Kemampuan ini nantinya akan berkembang menjadi kemampuan menjumput diusia 9 bulanan.
Memindahkan kubus dari tangan satu ke tangan yang lain (5 bulan 1 minggu – sekitar 8 bulan)
Mengambil 2 kubus (5bulan 3 minggu – 9 bulan 3 minggu). Ukuran kubus biasanya sekitar 1 inchi atau sekitar 2,5cm. Kalau terlalu kecil, sulit dipegang dan jika kelewat besar juga sulit diambil. Gunakan kubus dari bahan kayu yang cukup aman yakni sudut-sudutnya tidak lancip. Diusia ini bayi sudah mulai bisa mengambil satu persatu kubus dengan jemarinya.
Memegang dengan ibu jari dan telunjuk (7,5 – 10,5 bulan). Biasanya yang dijadikan parameter objeknya adalah kismis, mengingat ukurannya yang relatif kecil sekaligus aman jika termakan oleh anak.
Membenturkan 2 buah kubus (6 bulan 3 minggu – 11 bulan)
Memasukkan kubus kedalam wadah (10 bulan – 14 bulan)
Bisa mencorat coret walaupun belum bisa memegang alat tulis dengan benar (12-16,5 bulan)
April 18th, 2011 in Article - No Comments »